• Home
  • Catatan Si Ghamdan on WP
  • Posts RSS
  • Comments RSS
Blue Orange Green Pink Purple
Selamat ulang tahun Catatan Si Ghamdan WP version (ghamdan.wordpress.com) yang ke-2, semoga sukses selalu

GPLB 2009, "BUM!"

Mohon maaf kepada Anda karena saya postingnya agak telat 2 bulan karena saya disibukkan dengan tugas-tugas di sekolah yang anyar. Ya!

Rumah kedua sang penulis kini pindah dari semula di bilangan Brigjend Katamso menjadi di bilangan Pemuda, lebih tepatnya di depan Balaikota Semarang. Beberapa hari setelah hari pertama masuk sekolah pada tanggal 13 Juli, para siswa melaksanakan kemah tahunan untuk kelas X yang bernama GPLB. Pada tahun ini, kemah bertempat di sebuah perkampungan TNI di daerah Banyubiru, Ambarawa.

[ a u d i ]1218

(Sang penulis [tengah] bersama sebagian rekan-rekan kelas X-Olimpiade)


JUMAT, 31 JULI 2009 – HARI PERTAMA

Sebelum berangkat ke Banyubiru, seperti biasa para siswa tetap melaksanakan KBM. Berbagai benda dan siapa yang akan membawanya sudah dibahas jauh-jauh hari. Setelah pulang sekolah, sang penulis mulai megepak barang . Baru setelah jumatan, pukul 13.30 mulai menuju sekolah karena berangkat dari sekolah dilaksanakan pukul 14.00. Sesaat sampai di sekolah, saya agak bingung. Agak bingung karena yang akan berangkat terdiri dari 14 kelas. Wow. Saya mulai mencari bus kelas saya. Akhirnya ketemu. Ternyata, yang hadir sudah banyak. Tetapi sayang, 3 orang dari rombongan kami, yaitu Mahardika (Slim), Sangaji, dan Tita tidak dapat mengikuti kemah. Perbekalan dan peralatan kelas kami pun sepertinya paling pepak (outstanding) diantara kelas lain. Tak lupa berpamitan ke orang tua sebelum berangkat.


DSC04030

(Berpose dulu sebelum berangkat)


Pukul 14.00. Kami pun berangkat, Di sela-sela perjalanan, seperti pengalaman sang penulis sebelumnya, bus-bus antar kelas saling menyalip seperti di lomba balap agar cepat sampai tujuan. Tentu ini merupakan hal yang sangat berbahaya, tapi syukurlah tidak ada apa-apa. Sepanjang perjalanan, Yoga (Nonog), Reza (Bun), dan beberapa dari kami menyanyikan lagu “Tak Gendong” yang diplesetkan menjadi “Tak Jebret”. Apa artinya? Yang penting kami terhibur. Makanan yang melimpah ruah juga kami bagi-bagikan untuk orang satu bus.

Tak terasa 2 jam telah berlalu, sekitar pukul 16.05, akhirnya kami pun sampai juga di tempat tujuan. Ternyata, sudah banyak orang-orang yang menunggu kedatangan kami. Masalah pun tiba-tiba muncul. Siapa yang akan membawa logistik sebanyak ini (air mineral botol pun 3 dus jumlahnya). Akhirnya, kami semua bergotongan bersama. Jauhnya barak untuk rombongan pria tidak menyurutkan semangat (walaupun berat). Sepertinya, enakan barak perempuan karena begitu turun dari bus tinggal 5 langkah sudah sampai. Sang penulis akhirnya sampai juga di barak. Wow, keadaannya lumayan bersih. Kini saatnya istirahat dan dilanjutkan dengan upacara pembukaan. Pembukaan kemah dilakukan oleh Kepala Sekolah (atau kami x-olim menyebutnya “bapaknya Nonog”, memang betul). Selama upacara, kelas X-olim cukup membuat kehebohan dengan tertawa sepanjang upacara karena hal - hal yang bisa dibilang orang lain sebagai hal yang kurang bisa dinalar oleh orang biasa. Setelah upacara pembukaan, saatnya ishoma. Makanannya sudah cukup memenuhi 4 sehat 5 sempurna, tidak seperti saat saya di Desa Wisata, hanya mi rebus dan teh hangat. Terkadang, untuk menunggu waktu, beberapa dari rombongan putra menyambangi barak putri sekadar untuk meminta makanan

PIC_0688

(Semangat teman-teman sebelum lomba tarik tambang)


Acara pada malam ini adalah lomba tarik tambang. Nonog, Bun, Safira (Sapi), Putri Fajar (Puput), Gatya, Irham, Bayu, dan Yaris diajukan untuk menjadi tim tarik tambang x-olim. Ronde pertama, x-olim melawan x- 2. Ronde pertama dilalui dengan cukup berat dan dengan perjuangan yang cukup besar. Perjuangan itu pun membuat Nonog menarik tambang seperti orang sedang split.

PIC_0697

(Semangat juang 45 pun diterapkan di sini)

Akhirnya, kami pun menang dengan susah payah (baru ronde pertama lhoo...). Berikutnya, ronde kedua melawan X-8. Pada ronde kedua, tim tarik tambang X-Olim langsung main tarik. Memang, pas ini kami bermain dengan (cukup) kejam tanpa memberikan persiapan bagi lawan. Tapi, ini kan just game. Pada ronde ketiga kami akhirnya mengakui kehebatan X-3. Karena lawan langsung memberikan tarikan yang kencang sedangkan kami pun hampir loyo karena sudah 2 ronde dilalui. Tim X-Olim akhirnya terseret jatuh. Bahkan, Gatya pun mengalami luka lebam. Sapi mengatakan:”Aku pun jatuh dengan rasa sakit 1% dan rasa malu 99%.” Sudah..sudah...ini kan hanya permainan. Iya, ya..

PIC_0716

(Tim X-Olim terseret dan jatuh, “terpaksa” mengakui kehebatan X-3)

Setelah dipastikan kami tidak dapat melanjutkan perjuangan kami ke babak final, kami pun memutuskan beristirahat dan berfoto-foto ria.

PIC_0703PIC_0705

(Masih semangat untuk berfoto-foto ria)


Beberapa menit kemudian, seluruh peserta dan panitia rame-rame nonton filem di layar tancep bermodalkan LCD projector dan laptop. Layar tancepnya pun kira-kira sebesar baliho kampanye yang paling besar. Filemnya berjudul Lemony Snickets : A Series of Unfortunate Series. Menceritakan 2 orang anak yang ditinggal mati ortunya karena rumahnya kebakaran. Hak asuh pun jatuh kepada paman dan bibinya. Sepanjang cerita, paman dan bibinya mengalami kecelakaan hingga nyaris meninggal. Selama nonton filem, kami terasa nyaman dengan logistik yang sangat terpenuhi. Makanan yang dibawa sendiri pun direlakan untuk dimakan bersama. Bahkan, saking dinginnya, banyak diantara kami yang tertidur pulas beralaskan tikar. Setelah nonton filem, kami diberi instruksi oleh instruktur (yaitu tentara) mengenai persiapkan hiking besok.


SABTU, 1 AGUSTUS 2009. HARI KEDUA.

Untuk urusan mandi, para rombongan putra x-olim bangun pagi-pagi agar dapat kebagian air karena takut juga air di bak kehabisan. Setelah sholat subuh dan semuanya prepared well, kami mendapatkan kabar mengejutkan. Termos yang dibawa sang penulis yang dipinjamkan ke Gatya dan Dyan ini tiba-tiba saja meledak seperti bom atom (suaranya menggegerkan satu barak putri). Langsung kami rombongan putra meluncur ke barak putri untuk ke “TKP”. Para rombongan putri dengan perasaan bersalah yang bisa dibilang SANGAT BESAR, mereka mengatakan kepada sang penulis mengenai termosnya itu. dan tahukah engkau apa kata saya?

lupa siapa yang bilang : "dan, termosmu meleduk."

aku : " BUM ! " (dengan wajah yang polos !).

Semua teman-teman X-Olim hanya bisa melongo, mangap lebar. HAAAA????? Kok ngomongnya enak banget ya (tanpa ada ekspresi marah). Maklum, sang penulis ini masih agak ngantuk jadinya reflek. Spontan, perkataan saya mengenai “BUM” ini menjadi buah bibir dan “BUM” ini telah menjadi trademark saya secara tak sengaja hingga saat ini.

Setelah kejadian “BUM” yang sangat menggegerkan, saatnya kami semua melakukan persiapan hiking dan berkumpul di barak. Kami tidak langsung berangkat. Ternyata, ada cara tersendiri untuk menentukan urutan berangkat hiking yaitu dengan menjawab beberapa pertanyaan dan menunjukkan yel. Beberapa dari kami ada yang merasa tidak kuat kepanasan.

DSC04073

(Dengan setia menunggu)

Akhirnya, dengan perjuangan cukup panjang, berat, dan panas, kami berhasil membuat yel yang membuat orang kaget saat mendengar. Sedangkan, untuk urusan menjawab pertanyaan, kami harus antri dengan kelas lain. Yaris mendapat mandat untuk mewakili x-olim dalam urusan ini. Yah, akhirnya, Yaris bisa menjawab pertanyaan !


(bersambung lagi...)
Read More 0 komentar | ditulis oleh Wong Kutho edit post
Posting Lama

Catatan Si Ghamdan

  • Mengenai Penulis
      Lahir di semarang 15 tahun yang lalu. Kini, hidup di sebuah rumah yang sangat sederhana (rumah gubug. Lebih lanjut...
  • Arsip

    • ▼ 2009 (4)
      • ▼ Oktober (1)
        • GPLB 2009, "BUM!"
      • ► Juli (1)
        • Catatan Akhir di SMP
      • ► Februari (1)
        • Facebook oh Facebook
      • ► Januari (1)
        • BBK
    • ► 2008 (48)
      • ► Desember (2)
        • Alamat: Rumah Sakit
        • Mengorbankan Estetika
      • ► November (1)
        • J-U-J-U-R di TBRS
      • ► Oktober (2)
        • Berjihad di Batavia
        • Open Door
      • ► September (2)
        • Terlanjur Beli Banyak
        • Purble Place-nya Mana?
      • ► Agustus (6)
        • Mesin Tik, Riwayatmu Kini
        • Kecuali Saya
        • Invasi Kodok
        • Tirakatan yang Meriah
        • Semarak Dirgahayu RI ke-63 di Espero
        • Adios Regghenamont
      • ► Juli (6)
        • Sugeng Rawuh ing Kitha Serabi
        • Never Ending Plesir
        • Jangan mendengar Kata Orang Lain yang Pesimis
        • Seberapa Miskinnya Kita
        • Merekam Kegiatan Dekstop
        • Web Messenger yang Hemat
      • ► Juni (3)
        • Hanya di Semarang
        • Menang......is
        • Angkot....Where Are You?
      • ► Mei (1)
        • LimeWire, Software ala Aladin
      • ► April (5)
        • Jadi Ruko
        • Informasi Anonim
        • Ada-ada Saja
        • Di Balik Foto
        • Unforgettable Memories
      • ► Maret (3)
        • Melayang
        • Lebih Baik Resepsi Duduk
        • Hanya karena Lolipop
      • ► Februari (7)
        • Carilah di Depo Arsip
        • Sinetron sebagai Cerminan Bangsa
        • Tanpa DVD drive, Segalanya jadi Repot
        • Beberapa hal tentang Windows Vista
        • Menghitung Kecepatan 14045
        • Dapet Uang Kembalian Permen
        • Selamat Jalan Pak Harto
      • ► Januari (10)
        • Lembur Kuring
        • Denah duduk 8g
        • 10 Besar di 8G Sangat Berharga
        • Mal apa Gudang Baju ya?
        • Selamat Tinggal Kolam Ikan
        • Office 2007, Agak Sulit
        • Taman Safari yang Sepi
        • Mengulas 2 tempat makan enak di Jakarta
    • ► 2007 (17)
      • ► Desember (3)
      • ► November (1)
      • ► Oktober (2)
      • ► September (1)
      • ► Juli (1)
      • ► Mei (2)
      • ► April (6)
      • ► Januari (1)
    • ► 2006 (8)
      • ► Desember (1)
      • ► November (2)
      • ► September (1)
      • ► Juli (2)
      • ► Juni (1)
      • ► Mei (1)
  • Cari







  • ShoutMix chat widget
    • Home
    • Catatan Si Ghamdan on WP
    • Posts RSS
    • Comments RSS

    © Copyright Catatan Si Ghamdan. Semua hak cipta dilindungi
    Didesain oleh FTL Wordpress Themes | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Smashing Magazine

    Ke atas