• Home
  • Catatan Si Ghamdan on WP
  • Posts RSS
  • Comments RSS
Blue Orange Green Pink Purple

Sekapur Sirih

"Bekerja untuk meraih yang terbaik akan menimbulkan motivasi, tetapi bekerja untuk meraih kesempurnaan akan menimbulkan frustasi."

Mesin Tik, Riwayatmu Kini

(barang yang sudah sangat langka di era ICT )

Ini sekedar intermezzo saja. Tak usah dimasukkan ke hati. Saat saya berkunjung ke kantor Koperasi Karyawan Suara Merdeka, saya terpana. Masih ada orang yang menggunakan mesin tik, walaupun ini sudah jamannya ICT (bhs. Inggrisnya TIK). Saya pun berkesempatan mencoba menggunakan mesin tik. Paman saya yang kerja di sini menunjukkan letak tas mesin tik? Tas? Ya, tasnya memang seperti tas laptop tapi beratn6ya lebih dari laptop. Wow.....Mesin tik yang bermerek Brother ini masih mulus luar dalam (tapi ada beberapa bagian yang udah karatan). Tintanya pun masih full. Tutsnya seperti keyboard komputer. Pas untuk kertas ukuran A4.

(Hal yang tak mungkin terjadi)

Saya coba mengetik "Memposting Tulisan Dengan Mesin Tik, Mungkinkah?". Memang, hal itu tak mungkin terjadi. Kalau kita mengetik dengan mesin tik akan terjadi bunyi yang sangat keras. Jadi, orang akan terganggu karena suara ini. Kekurangan (bahasa kasarnya=kejelekan) dari mesin tik adalah tak dapat di-backspace (ya iya lah). Jadi, kalau ada tulisan salah terpaksa di tipp-ex (malah jadi jelek). Saya coba mengarang sedikt dengan mesin tik ini. Pegel ya...enakan komputer.

Memang mesin tik sudah mulai langka (atau bahkan sudah hilang) di permukaan bumi ini. Adanya komputer telah membuat orang pindah hati. Kalaupun ada, paling jarang yang beli. Ya, nasib....nasib.... Kalau harga mesin tik sekarang, saya tak tahu.Sudahlah, marilah kita menghadapi perkembangan global yang semakin tak terbendung.


Read More 4 komentar | ditulis oleh Wong Kutho edit post

Kecuali Saya

mencoba mxit(Si Pepy [kiri] menikmati MXit)

Saya kaget, setiap saya masuk kelas, semua teman saya yang memiliki hp tampaknya sangat serius dalam menjalankan sebuah aplikasi. Ternyata, aplikasinya bukan aplikasi sembarangan. MXit namanya. Sebuah aplikasi chat yang berasal dari Afrika Selatan ini sudah meluas penggunaannya di seantero Espero (kalau di luar Espero belum tahu). Aplikasi ini memungkinkan kita cuap-cuap lebih murah dari SMS. Menggunakan GPRS tentunya. Saya mencoba meminjam hp salah satu teman saya. Masya Allah. Banyak sekali friend list-nya. Kayak friendster, bak kacang goreng laris.

Layaknya YM (Yahoo Messenger), para pengguna juga ada id-nya. Seperti apa contoh id-nya, saya lupa. Para pengguna juga dapat mengirimkan smiley, file foto & suara, dsb. Tentunya, para MXit user dapat membentuk sebuah chat room yang dinamakan MultiMX.

mxit logo
Yang lebih mengejutkan, saat istirahat, saat pulang, kapanpun, teman saya selalu menyempatkan untuk chatting dengan aplikasi ini. Matanya apa nggak capek ya? Mungkin ada teman saya yang Online 24 jam dan mempunyai slogan : "I can't life without my MXit". Ckckck.....Tapi, dampak negatifnya selain dampak kesehatan juga dampak biaya. Pulsa makin berkurang (ujung-ujungnya TP [transfer pulsa]). Orang tua semakin cas-cis-cus gara-gara aplikasi yang beukuran kurang lebih 140kb. It's up to you

Teman-teman saya yang memiliki hp sangat senang dengan kehadiran aplikasi ini. Saya nggak punya hp? Bukan begitu. Saya males nginstall, nggak ada waktu (baca: capek). Sudah ya....
Read More 0 komentar | ditulis oleh Wong Kutho edit post

Invasi Kodok

Setelah pulang dari rumah adiknya eyang saya dengan membawa satu pot bunga, tiba-tiba mak jegagik ada barang asing di lantai mobil. Warnanya hijau agak lengket, suka loncat sendiri. Ternyata, itu adalah KATAK. Ibu saya kaget bukan kepalang. Mobilnya nyaris direm mendadak. Si katak meloncat hingga masuk ke dalam dashboard.


(si kodok nongkrong di mobil. Bawah: mobil ibu yang bau hajat si kodok)

Sesampainya di rumah, ibu langsung membuka semua pintu mobil. Kebetulan, sang paman ada di rumah (sekalian membantu mengusir binatang yang seharusnya hidup di sawah). Akhirnya, si kodong keluar dari mobil. Walaupun mobilnya bau hajat si kodok, tapi pada intinya semua masalah beres. Tampaknya, si kodok perlu jalan-jalan mengingat kodok tak bisa menyetir....
Read More 1 Comment | ditulis oleh Wong Kutho edit post

Tirakatan yang Meriah

Setiap malam sehari sebelum tanggal 17 Agustus di lingkungan rumahku, digelar acara tirakatan. Tirakatan sendiri mempunyai arti tidak foya-foya, tidak mewah. Pokoknya sederhana. Acara ini memakai jalan satu gang karena keterbatasan lahan. Saking banyaknya, para tetangga menonton acara ini dengan lesehan (duduk beralaskan tikar) karena kursinya sudah full booking. Anak-anak tetangga begitu antusias dan berpolah layaknya anak kecil (ya iya lah). Mereka duduk di depan sendiri dan lesehan. Saking senangnya, banyak anak tetangga yang meminjam hape dan kamera saya. Keingintahuan akan barang ICT tampaknya sangat tinggi. Anak kecil tahu narsis juga ya :-D saat difoto. Walau pencahayaan kurang, yang penting para tetangga senang.


(Anak kecil pun bisa narsis)


Jam dinding menunujukkan pukul 07.30. Tirakatan dibuka dengan membaca doa dan menyanyi Indonesia Raya dan Hari Merdeka. Ironis, saat menyanyikan Indonesia Raya, para tetangga mengucapkan Indonesia menjadi Endonesia. I dibaca E tampaknya sudah mendarah-daging bagi seluruh warga negara Indonesia. Kemudian, saatnya ketua panitia membacakan sambutan. Tak tanggung-tanggung, yang menjadi ketua panitia adalah paman saya.


(Sambutan ketuan panitia)

(Sambutan sesepuh RT)


Setelah membacakan sambutan, sesepuh RT turut mengisi sambutan. Yang namanya anak kecil ya anak kecil. Mereka ramai sendiri, tidak menghormati orang bicara. Polah sakkepenake dhewe (bertingkah laku semaunya sendiri). Sambutan sang sesepuh tak terdengar jelas karena celoteh anak-anak. Ya sudahlah, tak apa. Kalau sudah dewasa jadi apa nanti :-? Setelah sang sesepuh memberikan sambutan, ada pembacaan doa. Lagi-lagi anak kecil, sakkepenake dhewe. Apa belum diajarkan orang tuanya supaya jadi anak shaleh ya? Berikutnya, prosesi pembagian tumpeng yang menandakan bahwa orang muda ini harus melanjutkan perjuangan para orang tua.


(Prosesi pembagian tumpeng)


Walau namanya tirakatan, tetap saja meriah. Ada pembagian hadiah lomba memperingati HUT Proklamasi RI. Hadiahnya pun beragam. Ada dosgrape (tempat pensil), alat tulis, buku, baju, dan masih banyak lagi. Para tetangga juga menyumbang suaranya untuk memeriahkan acara tirakatan ini. Yang heboh lagi, ada lomba spontanitas. Para peserta dituntut cepat dan jeli. Misalnya, para peserta disuruh mengucapkan “satu sate tujuh tusuk“. Bingung kan. Bahkan, para peserta kebanyakan terbalik menjadi “satu tase tujuh sutuk“. Dalam tirakatan ini, ada juga lomba puisi spontan. Peserta mengarang sendiri puisinya (tanpa kertas).


(Lomba puisi spontan)


Wah, lancar sekali. Sepertinya, punya ingatan yang sangat tajam. Tak enak bila tak ada doorprize. Seperti kebanyakan acara pada umumnya, pasti digelar pengambilan undian doorprize. Hadiahnya? Tak perlu ditanya. Yang penting orang senang. Para tetangga yang hadir dalam tirakatan serius mengamati nomor doorprizenya. Satu per satu nomor doorprize dibacakan. Walau ada yang tak menang, para tetangga tak putus asa.


(Penyerahan doorprize)


Yeah, karena nenek saya gerah dan digigit nyamuk serta jam dinding menunjukkan pukul 22.00, saya dengan berat meninggalkan arena tirakatan walaupun acara belum selesai. Mengigat besoknya saya harus berangkat ke sekolah untuk mengikuti upacara 17-an :-)

Read More 0 komentar | ditulis oleh Wong Kutho edit post

Semarak Dirgahayu RI ke-63 di Espero

Kemeriahan perayaan Dirgahayu Proklamasi RI ke-63 sangat terasa di sekolah. SMPN 2 Semarang menyelenggarakan berbagai acara yang menarik untuk menyambut HUT RI ke-63. Ada pesta demokrasi di sekolah: pemilihan ketua OSIS. Setelah mengikuti upacara hari pramuka, seluruh murid bergegas menuju lapangan tengah untuk mencoblos. Mencoblosnya untuk memilih ketua OSIS periode 2008 - 2009. Layaknya pemilu, para pemilih diminta untuk registrasi, duduk di tempat tunggu dan mencoblos di bilik suara. Setelah itu, para pemilih akan diberi cap tinta di kelingking.


(Kertas suara)

Selain pesta demokrasi, para siswa juga berpartisipasi dalam lomba-lomba yang diselerenggarakan. Lombanya pun bervariasi. Ada pertandingan futsal memakai daster, badminton, ambil koin di pepaya, tangkap belut, kebersihan kelas, dsb.


(Kebersihan Kelas)



(Tangkap belut - foto diambil dari lt.2)


Para guru juga tak mau luput dari kemeriahan ini. Para guru juga mengadakan lomba seperti membawa balon dengan kepala, voli tapi netnya ditutup dengan kain, pertandingan futsal bersama murid.

(Voli yang membingungkan)


(Membawa balon)

Bagi yang tak berpartisipasi dalam lomba, teman-teman saya bernarsis ria seperti ini:


Ini merupakan kemeriahan menyambut HUT RI yang terakhir di sekolah bagi saya, mengingat saya sudah berada di kelas paling atas (Kelas 9). Cepat sekali tak terasa.
Read More 1 Comment | ditulis oleh Wong Kutho edit post

Adios Regghenamont

Riwayat Regghenamont ( sebutan kelas 8G SMPN 2 Semarang TA 2007 / 2008 ) telah berakhir. Cara merayakan akhir riwayat kelasku ini sangat unik. Bertempat di R.M. Pemancingan Baron, acara ini juga dihadiri oleh wakil pengajar (Bu Enny & Bu Endaryati). Tapi, tak semua anak 8G hadir, seperti Andik dan Galih. Berangkat dari lapangan depan sekitar pukul 13.30 dengan menyarter angkot. Selama perjalanan, si Agra mengumbar humornya yang fres. Sontak, semua orang yang di dalam angkot terbahak-bahak.


Satu jam kemudian, para rombongan elah tiba di tempat tujuan. Sebagai pembuka, Pak Dar (wali kelas ) menyumbang suaranya. Banyak orang yang terpukau. Disusul dengan pembacaan susunan acara oleh MC ( Agra & Nineteen ). Setelah itu, sambut pertama dibacakan oleh sang ketua kelas.Ketua kelasnya mirip dengan saya? Ya, memang. Saya malu sekali saat salam pembuka. Saya membaca urutan: Yang terhormat (tamu), wali kelas, dan teman-teman. Itulah urutan salam pembukaku yang salah. Seharusnya, yang jabatannya tinggi yang didahulukan. Para hadirin berteriak " Bahasa Indonesia, lupa ya...."

Setelah selesai mengisi sambutan dengan penuh rasa malu, kini gantian Pak Dar mengisi sambutan. Pada intinya, beliau berpesan agar kita sukses dalam belajar. Setelah sambutan, acara diisi dengan 8G Award. Agra bertanya:"Tahu artinya games nggak?". Para penonton berteriak "Huuuu......ngenyekmu kuwi lho (menghinamu itu lho)." Award (penghargaan) ini didedikasikan untuk para murid 8G yang mempunyai titel tertentu (seperti narsis, pinter, dsb.). Pemenang dari 8G Award dengan titel Narsis adalah si Benjo (panggilan si Widy Ageng). Acara 8G Award telah selesai. Kini, saatnya Bowo menyumbang suaranya. Dengan tembang andalannya, Hanya Ingin Kau Tahu, telah membuat seluruh orang yang ada di rumah makan terpana.

Setelah terpukai dengan performance si Bowo, kini saatnya pemberian hadiah ucapan terima kasih ke Pak Dar. Pak Dar bingung mau ngomong apa. Beliau berpesan, kalau kita memberi sesuatu, yang penting niatnya dan ikhlas. Lalu, kami langsung menuju ke tempat makannya. Menunya tak tanggung-tanggung, SUKI. Jadi, makannya khas jepang (lengkap dengan sumpit). Yang tak terbiasa memakai sumpit akan kesulitan sekali dalam makan. Saat makan, para rombongan sangat senang karena kami dapat makan yang uenak dan sedep.




Kenyang sudah di perut, kalau di hati belum. Maka, setelah makan-makan, kami berkesempatan untuk berfoto ria. Memang, acara ini sekaligus acara berkumpul bersama yang terakhir kalinya sebagai Regghenamont Big Family. Kalau saya, ya nyuting (jadi kameramen). Para rombongan tampaknya unjuk gigi dalam kenarsisan. Banyak sekali kenangan yang ada selama di kelas 8G. Saat saya tanya ke teman saya, mereka menjawab ingin sekali semua teman sekelasnya adalah anak 8G. Tapi itu tak mungin. Kalaupun mungkin , paling hanya 5-6 orang yang sama. Rasanya kangen dengan suasana 8G. 2 jam kami habiskan, tibalah saatnya pulang ke markas kami (Sekolah). Saat akan masuk angkot, si Haqi bertanya ke Siva sambil memegang pundaknya. Seketika itu juga, si Siva langsung berteriak seperti orang baru dicopet. Lain kali jangan ditiru ya.....

Selama perjalanan pulang, beberapa teman saya yang ikut cheerleaders menyanyikan lagu yang berlirik "Ababmu mambu....Rak Tau Sikatan (Bau mulutmu bau, tak pernah gosok gigi)". Ini adalah lagu yang khusus untuk menyinggung teman saya. Apalagi, teman saya yang bernama Aziz berkata:

Aziz : " Saya itu sebenarnya kenek (kondektur di angkot), tapi sudah diambilalih
sama........."
Semua orang : "Waah, nyengak ik (nyengak=menghinanya terlalu pedas). Jahat...jahat"

Yang disinggung secara tak sengaja adalah Bu Enny (guru BK) karena Beliau duduk di dekat pintu angkot seperti kenek. Spontan, Bu Enny langsung memegang kepalanya si Aziz. Yeah, that's up. Tapi, cerita ini telah dirangkum oleh seorang teman saya dalam bentuk VCD. Covernya seperti ini:



Andaikan waktu dapat diulang, kami (termasuk saya) ingin memperbaiki semua kesalahan selama di kelas 8G.....

Adios.........
Read More 1 Comment | ditulis oleh Wong Kutho edit post
September 2008 Juli 2008 Halaman Muka

Catatan Si Ghamdan

  • Mengenai Penulis
      Lahir di semarang 15 tahun yang lalu. Kini, hidup di sebuah rumah yang sangat sederhana (rumah gubug). Lebih lanjut...
  • Arsip

    • ► 2009 (7)
      • ► Desember (2)
        • Si Ghamdan pun Naik BRT
        • Bernostalgia Melihat Website 'Jadul'
      • ► Oktober (2)
        • Ekspedisi Lawang Sewu Malam Hari
        • GPLB 2009, "BUM!"
      • ► Juli (1)
        • Catatan Akhir di SMP
      • ► Februari (1)
        • Facebook oh Facebook
      • ► Januari (1)
        • BBK
    • ▼ 2008 (48)
      • ► Desember (2)
        • Alamat: Rumah Sakit
        • Mengorbankan Estetika
      • ► November (1)
        • J-U-J-U-R di TBRS
      • ► Oktober (2)
        • Berjihad di Batavia
        • Open Door
      • ► September (2)
        • Terlanjur Beli Banyak
        • Purble Place-nya Mana?
      • ▼ Agustus (6)
        • Mesin Tik, Riwayatmu Kini
        • Kecuali Saya
        • Invasi Kodok
        • Tirakatan yang Meriah
        • Semarak Dirgahayu RI ke-63 di Espero
        • Adios Regghenamont
      • ► Juli (6)
        • Sugeng Rawuh ing Kitha Serabi
        • Never Ending Plesir
        • Jangan mendengar Kata Orang Lain yang Pesimis
        • Seberapa Miskinnya Kita
        • Merekam Kegiatan Dekstop
        • Web Messenger yang Hemat
      • ► Juni (3)
        • Hanya di Semarang
        • Menang......is
        • Angkot....Where Are You?
      • ► Mei (1)
        • LimeWire, Software ala Aladin
      • ► April (5)
        • Jadi Ruko
        • Informasi Anonim
        • Ada-ada Saja
        • Di Balik Foto
        • Unforgettable Memories
      • ► Maret (3)
        • Melayang
        • Lebih Baik Resepsi Duduk
        • Hanya karena Lolipop
      • ► Februari (7)
        • Carilah di Depo Arsip
        • Sinetron sebagai Cerminan Bangsa
        • Tanpa DVD drive, Segalanya jadi Repot
        • Beberapa hal tentang Windows Vista
        • Menghitung Kecepatan 14045
        • Dapet Uang Kembalian Permen
        • Selamat Jalan Pak Harto
      • ► Januari (10)
        • Lembur Kuring
        • Denah duduk 8g
        • 10 Besar di 8G Sangat Berharga
        • Mal apa Gudang Baju ya?
        • Selamat Tinggal Kolam Ikan
    • ► 2007 (17)
      • ► Desember (3)
      • ► November (1)
      • ► Oktober (2)
      • ► September (1)
      • ► Juli (1)
      • ► Mei (2)
      • ► April (6)
      • ► Januari (1)
    • ► 2006 (8)
      • ► Desember (1)
      • ► November (2)
      • ► September (1)
      • ► Juli (2)
      • ► Juni (1)
      • ► Mei (1)
  • Cari



  • ShoutMix chat widget




    • Home
    • Catatan Si Ghamdan on WP
    • Posts RSS
    • Comments RSS

    © Copyright Catatan Si Ghamdan. Semua hak cipta dilindungi
    Didesain oleh FTL Wordpress Themes | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Smashing Magazine

    Ke atas